NAGAN RAYA — Pasca banjir bandang yang menyebabkan kerusakan parah di Kecamatan Darul Makmur, DPD LDII Kabupaten Nagan Raya bekerja sama dengan Senkom Mitra Polri bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak, Kamis (25/12).
Pengurus DPD LDII Nagan Raya, Moh Hatta, menjelaskan bahwa banjir bandang tersebut melanda enam kecamatan, yakni Tripa Makmur, Darul Makmur, Beutong, Beutong Ateuh Banggalan, Seunagan, dan Seunagan Timur. Akibat bencana tersebut, sebanyak 27 desa terdampak dengan jumlah korban mencapai sekitar 14.000 jiwa.
“Kerugian yang dialami masyarakat cukup parah, mulai dari rusaknya tempat tinggal, fasilitas umum, hingga hilangnya harta benda milik warga,” ujar Moh Hatta.
Ia mengungkapkan, sebagai bentuk kepedulian sosial, LDII bersama Senkom Mitra Polri menyalurkan bantuan paket sembako khususnya kepada warga di Kecamatan Darul Makmur. Bantuan tersebut meliputi beras, telur, mi instan, dan minyak goreng guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah keterbatasan akses pascabanjir.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan saat kondisi masih sulit,” katanya.
Lebih lanjut, Moh Hatta menambahkan bahwa distribusi bantuan dilakukan melalui sejumlah posko bencana yang didirikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di beberapa titik. Posko-posko tersebut berada di Desa Alue Billie, Lamie, Kutatrieng, Gunong Cut, Suak Palembang, dan Alue Waki.
“Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi penyaluran bantuan sekaligus tempat perlindungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Nagan Raya, Sutino menyebutkan, kolaborasi dengan LDII merupakan bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam penanganan bencana secara terpadu.
“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk membantu pemerintah agar penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terstruktur, cepat, dan tepat sasaran,” tuturnya.
Ia berharap, sinergi antara organisasi kemasyarakatan, relawan, dan pemerintah dapat mempercepat proses pemulihan serta membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. (kim/sof/wid)












