KEDIRI — Semangat kemandirian dan peningkatan keterampilan menjadi pesan utama yang disampaikan Danramil Purwoasri, Kapten Inf Nanang Mashuri saat membuka kegiatan Pelatihan Menjahit Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Miftahul Huda Blawe, Rabu (10/12). Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Blawe, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Dalam penyampaian materinya, Nanang menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus pada penguatan ketahanan pangan, pengembangan potensi wilayah, serta perluasan lapangan pekerjaan sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan pentingnya menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak para peserta pelatihan untuk memanfaatkan fasilitas BLKK secara optimal, khususnya dalam bidang menjahit dan konveksi. Menurutnya, usaha yang ditekuni dengan kesungguhan akan memberikan manfaat dan keberkahan. Selain itu, ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam berlatih serta menjaga ikatan persaudaraan yang telah terbangun di lingkungan pondok pesantren agar tetap terjaga di tengah masyarakat.
Ia menambahkan bahwa tidak semua pondok pesantren memiliki kesempatan menyelenggarakan pelatihan keterampilan seperti BLKK. Oleh karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Desa Blawe, Amin, menyampaikan bahwa pelatihan yang dilaksanakan di pondok pesantren tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta sebagai bekal hidup mandiri. Ia mengapresiasi kontribusi pondok pesantren dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Blawe.
Amin juga menegaskan dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. “Pemerintah desa terus memberikan dukungan, termasuk melalui realisasi anggaran bisyarah bagi para ustaz LDII pada tahun ini,” ujarnya.
Pelatihan menjahit di BLKK Miftahul Huda Blawe telah dilaksanakan dalam empat gelombang melalui kerja sama antara Ponpes Miftahul Huda Blawe dan Ponpes Wali Barokah Kediri. Setiap gelombang diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai daerah.
Program pelatihan ini berlangsung selama 260 jam pelajaran dengan durasi 40 hari efektif. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan para peserta mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor UMKM yang terus berkembang, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baru di tengah masyarakat. (lin/ysy/wid)












