LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Road to Munas X LDII: Pancasila Harus Terwujud dalam Sikap dan Praktik Kebangsaan

Cakra Sadida by Cakra Sadida
23 Januari 2026
in NASIONAL
94 5
0
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat pembukaan Sarasehan Kebangsaan LDII Road to Munas X Dok LINES

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso saat pembukaan Sarasehan Kebangsaan LDII "Road to Munas X. Dok: LINES.

92
SHARES
98
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

JAKARTA — Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai konsep normatif atau slogan semata. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, harus benar-benar hadir dalam sikap, cara berpikir, serta praktik kehidupan bermasyarakat agar tetap relevan dalam menjaga persatuan bangsa yang majemuk.

Penegasan tersebut disampaikan KH Chriswanto saat membuka Sarasehan Kebangsaan bertema “Nasionalisme Berkeadaban: Merawat Pancasila, Meneguhkan Islam Wasathiyah, Membangun Indonesia Berkeadilan” di Kantor DPP LDII, Jakarta, Selasa (16/12). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to Munas X LDII 2026 dan diikuti sejumlah tokoh nasional, serta disiarkan melalui sekitar 200 studio mini LDII di berbagai daerah.

Menurut KH Chriswanto, pengamalan Pancasila perlu terus disesuaikan dengan konteks kekinian agar tidak kehilangan daya hidupnya. Ia menilai, tantangan kebangsaan yang semakin kompleks menuntut Pancasila untuk diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan.

Ia juga menjelaskan bahwa Sarasehan Kebangsaan ini menjadi ikhtiar LDII untuk menggali nilai-nilai kebangsaan yang nantinya akan dirumuskan sebagai bagian dari program prioritas organisasi. “Hasil sarasehan ini akan kami formulasikan sebagai bahan penyusunan program kerja pada Munas X LDII mendatang,” ujarnya.

Lebih lanjut, KH Chriswanto menekankan pentingnya persatuan sebagai bingkai utama dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perbedaan tidak untuk dipertentangkan, melainkan dikelola sebagai kekuatan bersama.

“Dalam bingkai NKRI, kita bertindak dengan kesadaran atas perbedaan, bukan hanya persamaan. Apa pun program dan kegiatannya, semuanya harus tetap berada dalam satu koridor, yakni persatuan,” tegasnya.

Sarasehan Kebangsaan tersebut juga menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebagai pembicara kunci. Ia berharap forum yang digelar LDII ini dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun Indonesia yang berkarakter, beriman, dan berkeadaban.

Dalam Sarasehan Kebangsaan LDII Selasa 1612 Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai bahwa merawat Pancasila berarti menghidupkan nilai nilai ketuhanan dalam kehidupan bermasyarakat Dok LINES
Dalam Sarasehan Kebangsaan LDII Selasa 1612 Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai bahwa merawat Pancasila berarti menghidupkan nilai nilai ketuhanan dalam kehidupan bermasyarakat Dok LINES

Fadli Zon menilai umat Islam memiliki peran penting dalam memajukan kebudayaan nasional. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan seni dan tradisi, tetapi juga mencakup nilai, karakter, serta adab yang membentuk peradaban.

“Ketika umat Islam mampu menjadi teladan dalam akhlak dan adab, sejatinya mereka sedang membangun kebudayaan yang mencerahkan dan peradaban yang membanggakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah tantangan seperti potensi perpecahan sosial, ketimpangan ekonomi, hingga perubahan iklim, bangsa Indonesia perlu kembali meneguhkan jati diri kebangsaannya. “Pancasila bukan sekadar konsensus politik, tetapi panduan moral. Merawat Pancasila berarti menghidupkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. (cak/wid).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto httpdakwahislamnet

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

10 November 2016
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu 154 di Gedung DPD LDII Gresik Dok Lines

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana PENS Surabaya Selasa 213 Dok LINES

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Ketua DPW LDII Amrodji Konawi didampingi pengurus harian saat silaturahim Syawal di Kediaman KH Hasan Mutawakkil Alalloh Ketum MUI Jatim di Probolinggo pada 25 April 2023

Safari Silaturahim Syawal LDII Jatim untuk Pererat Ukhuwah Islamiyah

6
Pengurus Pondok Pesantren Nurul Hakim menyerahkan santunan kepada dhuafa dan anak yatim Foto LINES Kediri

Ponpes Nurul Hakim Kediri Salurkan Santunan Idulfitri Pada 130 Dhuafa dan Anak Yatim

20 Maret 2026
Tim Falakiyah LDII Jawa Timur melakukan pengamatan hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Tanjung Kodok Lamongan Kamis 193 Foto LINES Jatim

Hilal 1 Syawal Tak Terlihat di Tanjung Kodok

20 Maret 2026
Santunan yatim dan buka puasa bersama PWI Kediri Raya Foto LINES Kediri

LDII Kota Kediri Apresiasi Aksi Sosial PWI Santuni Anak Yatim

20 Maret 2026
Penyaluran 30 paket parsel kepada anak yatim di Gunung Anyar Surabaya kolaborasi Yayasan Seribu Senyum IPSM dan PC LDII Gunung Anyar di Masjid Nurul Hikmah Foto LINES Jatim

Gandeng IPSM dan LDII Gunung Anyar, Yayasan Seribu Senyum Salurkan 30 Parsel untuk Anak Yatim

18 Maret 2026

Komentar Terkini

  • Anonim pada Ketua PCNU Kediri: Ramadan Ajarkan Kesabaran dan Toleransi
  • Zidane Alfin pada Menjelang Buka Puasa, Warga LDII Wonocolo Latihan Pencak Silat Bersama PERSINAS ASAD
  • Lilik Indarti pada LDII Bangkalan Salurkan 75 Paket Santunan Ramadan untuk Anak Yatim dan Keluarga Beruntung
  • Yadi pada Bawa Hidangan dalam Rantang, Wali Kota Mojokerto Buka Puasa Bersama Warga LDII
  • Adi Kurniawan pada Terpilih Aklamasi, H. Suhartono Kembali Nakhodai LDII Kota Mojokerto
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.