BATU – Ketua DPD LDII Kota Batu, Yusron Ubaidillah, berharap Musyawarah Kota (Muskot) IV Senkom Mitra Polri Kota Batu mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Muskot IV Senkom Mitra Polri Kota Batu sendiri digelar di Graha Pancasila Among Tani, Sabtu (25/4).
Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran Senkom melalui tiga klaster utama, yakni kamtibmas, bela negara, dan kebencanaan, agar ke depan semakin profesional, responsif, dan benar-benar hadir di tengah kebutuhan masyarakat.
“Senkom tidak hanya dituntut aktif secara organisasi, tetapi juga harus mampu bergerak cepat dalam berbagai situasi di lapangan. Apalagi, tantangan di daerah seperti Kota Batu yang wilayahnya didominasi pegunungan membutuhkan kesiapsiagaan yang lebih matang, khususnya dalam aspek kebencanaan,” ujar Yusron.
Yusron juga menyoroti hubungan antara LDII dan Senkom yang selama ini telah berjalan cukup solid. Ia menyebut, keduanya memiliki kesamaan semangat dalam pengabdian sosial di tengah masyarakat.
“Selama ini sinerginya sudah terbangun dengan baik. Misalnya saat ada pengajian atau kegiatan organisasi LDII, pengamanannya dibantu oleh Senkom. Di sisi lain, Senkom juga aktif memberikan edukasi kepada warga LDII terkait bela negara dan kebencanaan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Senkom juga terlibat dalam pembinaan relawan agar memiliki kedisiplinan dan kesiapan saat diterjunkan ke lapangan. Hal ini dinilai penting untuk memastikan setiap kegiatan berjalan aman sekaligus membentuk karakter relawan yang tangguh.
Ke depan, Yusron berharap kolaborasi tersebut bisa terus ditingkatkan, terutama dalam pelatihan mitigasi bencana. Ia menilai Kota Batu termasuk wilayah yang memiliki potensi kerawanan, seperti longsor, sehingga diperlukan kesiapan yang lebih terstruktur.
“Dengan kondisi geografis yang didominasi dataran tinggi dan pegunungan, Kota Batu ini masuk kategori rawan. Maka warga LDII juga harus benar-benar dibekali kemampuan mitigasi bencana,” tambahnya.
Selain aspek kebencanaan, LDII juga mendorong Senkom untuk terus berinovasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi komunikasi berbasis kamtibmas. Peran generasi muda dinilai penting agar Senkom semakin adaptif dan mampu merespons situasi secara cepat dan tepat.
Muskot IV Senkom Mitra Polri Kota Batu mengusung tema “Mewujudkan Senkom Mitra Polri yang PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Modern, Akuntabel) dan Berkarakter untuk Kota Batu Bangkit”. Muskot IV dibuka oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, dan dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Batu beserta jajarannya, Dandim 0818 Kota Batu, Bakesbangpol, BPBD, serta pengurus Senkom Mitra Polri Jawa Timur dan sejumlah mitra strategis, seperti LDII, FORSGI, dan Persinas ASAD di Kota Batu.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sidang paripurna yang diawali laporan pertanggungjawaban Ketua Senkom Mitra Polri Kota Batu masa bakti 2021–2026, H. Ari Sri Mulyono. Dalam forum tersebut, hanya ada satu calon yang diusung peserta Muskot, yakni Ari Sri Mulyono.
Alhasil, Ari Sri Mulyono kembali dipercaya memimpin Senkom Mitra Polri Kota Batu untuk masa bakti 2026–2031. Penetapan dilakukan secara aklamasi oleh peserta Muskot.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan pataka dari Ketua Senkom Mitra Polri Jawa Timur kepada ketua terpilih, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan undangan. (cak/wid).
