SURABAYA — PAC LDII Gunung Anyar menanamkan pemahaman ibadah kurban sejak dini kepada generasi penerus (generus) melalui pengajian rutin di Gedung TPQ Nurul Hikmah, Rabu (28/1). Kegiatan yang diikuti pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini menjadi sarana pembinaan sejak dini mengenai ketentuan pelaksanaan ibadah kurban sesuai tuntunan syariat.
Pengajian dipandu Ustadzah Fera Alviani yang memaparkan rangkaian pelaksanaan shalat Id sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Ia menjelaskan, shalat Id dikerjakan terlebih dahulu secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan khotbah.
“Berbeda dengan shalat Jumat yang khotbahnya didahulukan, pada shalat Id rangkaian ibadah dimulai dengan shalat berjamaah, baru setelah itu khotbah,” ujarnya.
Menurutnya, tata cara tersebut merujuk pada praktik Rasulullah SAW yang kemudian dilanjutkan para sahabat, di antaranya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai ketentuan penyembelihan hewan kurban. Fera menegaskan, pelaksanaan kurban dilakukan setelah shalat Id. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Al-Bara’ bin ‘Azib, penyembelihan sebelum shalat tidak terhitung sebagai ibadah kurban, melainkan sebatas sembelihan biasa.
Di kesempatan terpisah, Ketua PAC LDII Gunung Anyar, Echfan Yulianto, menuturkan bahwa pembinaan terkait kurban telah menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda di lingkungan LDII. Sejak kecil, anak-anak dibiasakan menyisihkan uang saku melalui kegiatan menabung sebagai persiapan berkurban, sehingga tumbuh sikap mandiri sekaligus kesadaran menjalankan ibadah.
Menurutnya, kurban bukan sekedar menjalankan sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial. Melalui pembagian daging kepada masyarakat, para generus belajar berbagi, memperkuat empati, serta membangun kebersamaan dengan lingkungan sekitar.
“Kami berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang taat beribadah dan memiliki kepekaan sosial, sehingga kehadirannya bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pembelajaran ini menjadi bekal teknis bagi generus LDII Gunung Anyar. Harapannya agar mereka dapat terlibat langsung dalam rangkaian pelaksanaan shalat Id, penyembelihan, hingga pendistribusian daging kurban pada Idul Adha mendatang. (lis/sof/wid)
