GRESIK – DPD LDII Kabupaten Gresik memaparkan delapan klaster program kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat audiensi di Kantor Bupati, Kamis (16/7). Salah satu program yang menjadi perhatian ialah penguatan ekonomi syariah melalui Usaha Bersama (UB).
Ketua DPD LDII Kabupaten Gresik Khusnul Hamidi mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi organisasi kemasyarakatan. Karena itu, LDII menyusun delapan klaster program sebagai arah pengabdian organisasi agar selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik.
“Delapan klaster ini kami susun untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, hingga pemanfaatan teknologi digital,” ujar Khusnul.
Delapan klaster tersebut meliputi bidang kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, teknologi digital, serta energi baru dan terbarukan. Menurut Khusnul, setiap klaster dirancang agar dapat diwujudkan melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan ialah pengembangan Usaha Bersama (UB) sebagai implementasi klaster ekonomi syariah. Program ini dikembangkan di lingkungan masjid yang menjadi pusat aktivitas warga LDII untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat. Selain menyediakan kebutuhan pokok, UB menjadi sarana pemberdayaan ekonomi berbasis syariah yang melibatkan warga dan masyarakat sekitar melalui prinsip gotong royong dan kemanfaatan bersama.
Menurut Khusnul, pengembangan UB berangkat dari pandangan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Melalui usaha yang dikelola secara kolektif, warga didorong membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus pengabdian LDII karena kemandirian ekonomi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Oleh sebab itu, UB diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi warga LDII, tetapi juga membuka ruang kolaborasi ekonomi dengan masyarakat di sekitar masjid.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus terjalin dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” kata Khusnul.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dipaparkan LDII, terutama pengembangan ekonomi berbasis syariah. Menurut dia, pemberdayaan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat dapat memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah.
Fandi menilai program Usaha Bersama sejalan dengan semangat membangun kemandirian masyarakat melalui prinsip kebersamaan. Model tersebut dinilai tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Kami berharap program-program seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gresik,” ujar Fandi.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan DPD LDII Kabupaten Gresik dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan mampu mendukung pembangunan daerah, terutama pada aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, serta terwujudnya Kabupaten Gresik yang lebih maju dan sejahtera. (kim/sof/wid)












