SURABAYA – LDII Jawa Timur siap memperkuat kontribusi pembangunan daerah melalui delapan klaster pengabdian untuk mewujudkan Jawa Timur yang unggul, maju, dan berkelanjutan. Hal itu ditegaskan Ketua DPW LDII Jatim, Moch Amrodji Konawi, saat memberikan apresiasi atas capaian 81 tahun Provinsi Jawa Timur.
Apresiasi dan komitmen tersebut disampaikan Amrodji usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur berbertema “Jatim Unggul Maju Berkelanjutan” di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).
“Capaian Jawa Timur luar biasa dalam perjalanan 81 tahun ini. LDII Jawa Timur senantiasa mendukung program dan kebijakan pemerintah daerah melalui delapan klaster pengabdian yang kami jalankan,” ujar Amrodji.
Menurutnya, delapan klaster pengabdian LDII menjadi wadah nyata organisasi dalam mendukung pembangunan daerah. Kontribusi ini mencakup pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian lingkungan.
“Melalui delapan klaster pengabdian ini, LDII terus berkontribusi sesuai bidangnya untuk mendukung pembangunan Jawa Timur yang unggul, maju, dan berkelanjutan, termasuk memperkuat peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” katanya.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pembangunan yang menggabungkan kemajuan daerah, daya saing, dan keberlanjutan lingkungan. Arah pembangunan tersebut dijalankan melalui sembilan pilar atau disebut Nawa Bhakti Satya.
Sembilan pilar pembangunan yakni Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Agro, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Berkah Amanah, Jatim Harmoni, Jatim Lestari, dan Jatim Akses.
Kesembilan pilar tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan dan kesempatan kerja, penguatan sektor pertanian, pendidikan dan kesehatan, tata kelola pemerintahan, kerukunan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pemerataan akses dan konektivitas.
Khofifah juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. “Pilihan kita bukan membangun atau menjaga alam, melainkan membangun sembari merawat alam. Jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita,” ujarnya.
Dalam kerangka Gerbang Baru Nusantara, Jawa Timur diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai penghubung produksi dan pasar, sekaligus mengoptimalkan potensi daerah untuk mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. (sof/wid)












