NGANJUK — Sekitar 2.000 peserta mengikuti Jalan Sehat Bersama Keluarga (Jasbekel) dan bazar yang digelar Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti santri, guru, keluarga besar pesantren, serta pelajar SMK Budi Utomo.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk turut hadir dan membuka kegiatan tersebut.
Marhaen mengapresiasi antusiasme dan kedisiplinan peserta yang telah memadati lokasi sejak pagi. Menurut dia, semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menghargai perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
“Saya datang jam 6 kurang sudah ramai. Ini termasuk mengimplementasikan bagaimana kita menghargai pahlawan-pahlawan. Momen ini jangan lupakan sejarah,” ujar Marhaen.
Ia juga mengapresiasi pendidikan kedisiplinan yang diterapkan Ponpes Al Ubaidah kepada para santri. Menurutnya, ketertiban peserta serta semangat para santri menunjukkan hasil dari pembinaan tersebut.
“Terima kasih kepada Ponpes Al Ubaidah. Kebiasaan-kebiasaan disiplin dididik dari awal. Antusiasnya luar biasa, tertib, yel-yelnya bikin merinding,” katanya.
Marhaen mengatakan para santri memiliki peran penting sebagai generasi penerus sekaligus agen perubahan. Mereka diharapkan dapat berkiprah dan memberikan manfaat di berbagai daerah.
Tanamkan Rasa Kebangsaan

Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Habib Ubaidillah Al Hasany, mengatakan Jasbekel merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan kebersamaan, tetapi juga sarana untuk menanamkan rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air kepada para santri.
“Memberikan pembelajaran kepada anak-anak kita supaya benar-benar punya rasa kebangsaan, yang memiliki jiwa kebangsaan dan sangat cinta pada Tanah Air,” ujarnya.
Habib Ubaidillah menegaskan, kecintaan terhadap Tanah Air harus diwujudkan dengan menjaga keutuhan Indonesia. Kondisi negara yang aman dan utuh, kata dia, penting agar para santri dapat menjalankan pendidikan dan ibadah dengan baik. (pid/sof/wid)












