LAMONGAN — Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengapresiasi pendidikan karakter yang diterapkan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Karim dan Lembaga Pendidikan Budi Luhur Sugio saat berkunjung ke lembaga tersebut, Selasa (21/7/2026). Menurutnya, pembiasaan nilai-nilai karakter yang diterapkan di lingkungan pesantren menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.
Dalam kunjungan tersebut, Arif meninjau kegiatan di Pondok Pesantren Al-Karim dan Lembaga Pendidikan Budi Luhur Sugio yang berada di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Lamongan. Ia menyoroti konsistensi kedua lembaga tersebut dalam membangun karakter santri dan siswa melalui pembiasaan sikap santun dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pembiasaan yang diterapkan ialah penggunaan bahasa Jawa krama dalam komunikasi sehari-hari. Menurut Arif, budaya berbahasa tersebut menjadi sarana untuk menanamkan etika, rasa hormat, dan kesantunan kepada santri maupun siswa.
“Dari banyaknya pondok yang mengusung konsep berbahasa asing, Pondok Al-Karim dan Lembaga Pendidikan Budi Luhur memilih fokus pada penggunaan bahasa Jawa krama. Hal itu sangat membantu siswa dalam pembentukan karakter yang mulia,” kata Arif.
Ia menilai pendidikan karakter tidak cukup diberikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga harus diwujudkan dalam kebiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan pendidikan.

Ketua Yayasan Al-Karim, Sucipto, mengatakan pembiasaan berbahasa Jawa krama merupakan bagian dari sistem pendidikan karakter yang diterapkan di lembaganya. Program tersebut dipadukan dengan praktik 29 karakter luhur yang menjadi pedoman perilaku santri dan siswa.
“Program berbahasa yang baik dan praktik 29 karakter itulah yang membuat sekolah kami dikenal sebagai sekolah berkarakter sehingga mudah memperoleh akreditasi A,” ujar Sucipto.
Menurut Sucipto, pembiasaan tersebut dirancang agar peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga terbiasa bersikap disiplin, bertanggung jawab, menghormati sesama, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Ketua DPD LDII Kabupaten Lamongan, Agus Yudi, berharap pendidikan karakter yang diterapkan di Ponpes Al-Karim dan Lembaga Pendidikan Budi Luhur dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kontribusi lembaga pendidikan dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
“Kami berharap program ini bisa berlanjut terus sehingga ke depan bangsa kita dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang memiliki karakter yang mulia,” kata Agus.
Menurut Agus, pendidikan karakter yang dibangun melalui pembiasaan sehari-hari akan menjadi bekal penting bagi santri dan siswa ketika terjun ke tengah masyarakat. Ia berharap sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan berbagai pihak terus diperkuat untuk mencetak generasi yang berintegritas, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa. (kim/sof/wid)












