JEMBER — Mengisi akhir pekan dengan kegiatan edukatif, anak-anak PAC LDII Wringin Agung mengikuti wisata kakao di Kebun Renteng, Jember, Minggu (26/7). Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar mengenal proses budidaya kakao hingga pengolahannya menjadi berbagai produk cokelat.
Selama berada di kawasan agrowisata, peserta diajak menyusuri area perkebunan untuk melihat tanaman kakao dari dekat. Mereka juga diperkenalkan pada tahapan pengolahan hasil panen, mulai dari biji kakao hingga menjadi berbagai produk olahan cokelat yang dipasarkan kepada masyarakat.
Ketua PAC LDII Wringin Agung Muchlisin mengatakan, wisata edukasi dipilih sebagai media pembelajaran agar anak-anak dapat mengenal potensi daerah melalui pengalaman langsung. Menurut dia, pembelajaran di luar ruang membuat anak-anak lebih mudah memahami proses budidaya sekaligus menghargai hasil kerja para petani.
“Kami mengajak anak-anak melihat langsung hamparan kebun kakao dan proses pengolahannya menjadi berbagai produk cokelat. Dengan begitu, mereka tidak hanya menikmati hasilnya, tetapi juga memahami bagaimana kakao dibudidayakan hingga memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Selain mengunjungi area perkebunan, peserta juga melihat berbagai produk olahan kakao yang dipamerkan di galeri cokelat. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal bagaimana komoditas lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
Muchlisin menuturkan, kegiatan itu sekaligus menjadi alternatif mengisi akhir pekan dengan aktivitas yang memberi pengalaman baru. Menurut dia, pengenalan potensi lokal sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian anak-anak terhadap lingkungan dan sektor pertanian.
“Akhir pekan tidak harus diisi dengan kegiatan rekreasi semata. Kami ingin anak-anak pulang membawa pengetahuan baru sekaligus lebih mengenal potensi daerah tempat mereka tinggal,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Muchlisin berharap anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga memahami bahwa komoditas pertanian seperti kakao memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Dengan mengenal potensi lokal sejak dini, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta menghargai kekayaan alam di sekitarnya. (kim/sof/wid)












