GRESIK — DPD LDII Kabupaten Gresik terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen umat. Salah satunya melalui silaturahim dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik yang berlangsung di Kantor PDM Gresik, Senin (15/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah sekaligus menjajaki sinergi program keumatan yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ketua PDM Gresik, M Toha Maksum, menyambut baik kunjungan jajaran DPD LDII Gresik. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan Islam memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat.
“Mari kita sinergi. Insya Allah dengan sinergi akan menguatkan kita. Silaturahim ini menjadi sarana menjalin ukhuwah Islamiyah, sekaligus membuka peluang untuk bekerja sama dan saling berbagi program,” ujar Toha.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai program yang telah dan sedang dijalankan masing-masing organisasi. LDII memaparkan program pengabdian masyarakat melalui delapan klaster pengabdian, yang mencakup bidang kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan, lingkungan hidup, serta teknologi dan energi baru terbarukan.

Ketua DPD LDII Kabupaten Gresik, Khusnul Hamidi, mengatakan bahwa silaturahim merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antarorganisasi Islam. Menurutnya, tantangan umat dan bangsa saat ini membutuhkan semangat kebersamaan serta kolaborasi yang semakin kuat.
“Silaturahim ini untuk menjalin ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah, sehingga tercipta kebersamaan dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, LDII terus mendorong penguatan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi dan lembaga menjadi penting untuk memperluas manfaat serta memperkuat kontribusi bersama dalam pembangunan daerah.
Salah satu topik yang turut mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah ketahanan pangan. LDII memandang isu tersebut sebagai tantangan yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan. Melalui program pemberdayaan yang dijalankan, LDII berupaya mendorong kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga hingga komunitas.
Melalui silaturahim tersebut, Khusnul berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Semangat ukhuwah dan kolaborasi diharapkan menjadi modal penting dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi umat, sekaligus memperkuat kontribusi organisasi kemasyarakatan Islam dalam pembangunan bangsa. (kim/sof)












