JEMBER — Ledakan konten visual di media sosial mendorong kebutuhan akan standar kualitas dalam produksi foto jurnalistik. Hal ini menjadi perhatian Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur dalam Pelatihan Jurnalistik di Jember, Minggu (21/6/2026).
Pemateri dari KIM LDII Jawa Timur, Ilham Mukhsin Oktafian, menekankan pentingnya ketepatan visual dalam penyajian informasi di media digital. Ia menyebut, foto jurnalistik tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap teks, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penyampaian pesan yang harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Foto dalam berita harus mampu merepresentasikan peristiwa secara utuh, dengan unsur aktualitas dan komposisi yang informatif,” kata Ilham di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, perkembangan media sosial yang memungkinkan produksi dan distribusi konten secara cepat menuntut pemahaman teknis sekaligus etis dalam penggunaan visual. Tanpa standar yang jelas, visual berpotensi menimbulkan bias dalam penyampaian informasi.
Selain membahas aspek fotografi jurnalistik, Ilham juga memaparkan peran Biro KIM dalam pengelolaan komunikasi organisasi di berbagai tingkatan. Ia menekankan pentingnya konsistensi arus informasi agar pesan organisasi dapat tersampaikan secara seragam.

Sementara itu, wartawan Radar Jember, Wawan, turut membagikan teknik dasar pengambilan gambar dalam kerja jurnalistik digital.
Ia menegaskan bahwa kekuatan utama foto jurnalistik terletak pada tiga elemen, yakni ketepatan waktu (timing), momen yang terekam (moment), serta pemahaman terhadap pencahayaan.
“Foto jurnalistik itu bukan sekadar mengambil gambar, tetapi menangkap cerita yang sedang berlangsung. Ketepatan waktu dan momen menjadi kunci, ditambah pemahaman cahaya agar pesan visual tersampaikan,” ujarnya.
Wawan juga mendorong peserta untuk memaksimalkan perangkat yang dimiliki, termasuk kamera ponsel, dalam proses belajar fotografi jurnalistik.
Menurutnya, kemampuan membaca peristiwa dan menguasai teknik dasar fotografi menjadi faktor utama dalam menghasilkan karya visual, terlepas dari perangkat yang digunakan. Namun, dalam praktik jurnalistik profesional, kamera dengan fitur manual tetap menjadi pilihan karena fleksibilitas serta kualitas hasil gambar. (kim/sof/wid)
