JEMBER — Tantangan yang dihadapi generasi muda kian kompleks seiring ketidakpastian geopolitik global, perkembangan teknologi, dan perubahan dunia kerja. Merespons kondisi tersebut, DPD LDII Jember menggelar konsolidasi pembinaan generasi muda pada Minggu (14/6/2026) dengan fokus pada penguatan karakter, literasi digital, dan kemandirian ekonomi.
Ketua DPD LDII Jember, Akhmad Malik Afandi, mengatakan generasi muda perlu dibekali kemampuan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga karakter yang kuat dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Menurutnya, perkembangan global yang berlangsung cepat menuntut lahirnya sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan mandiri.
“Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. Mereka harus menjadi pribadi yang profesional di bidangnya, religius dalam perilakunya, dan mandiri secara ekonomi. Kemandirian inilah yang akan membentengi mereka dari ketergantungan sekaligus mendorong mereka menjadi pencipta peluang kerja,” ujar Malik.
Ia menilai bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, LDII terus mendorong pembinaan generasi penerus yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kemampuan untuk mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi pengembangan karakter dan kepemimpinan, etika bermedia digital, serta peningkatan kompetensi dan integritas di era globalisasi. Mereka juga diajak mengenali peluang usaha melalui pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Malik menjelaskan, pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan generasi penerus LDII yang memiliki tiga karakter utama, yakni alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif itu juga memberi ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi. Salah seorang peserta, Hizkil, mengaku memperoleh banyak wawasan baru, terutama terkait pentingnya membangun kemandirian dan kreativitas di tengah perubahan yang terus berlangsung.
“Kami tidak hanya diajarkan menjaga ibadah dan akhlak di era digital, tetapi juga didorong untuk kreatif, tidak mudah menyerah, dan berani memulai usaha sendiri. Ini menjadi bekal penting bagi kami menghadapi masa depan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut pembinaan, DPD LDII Jember akan menggelar pendidikan dan pelatihan jurnalistik pada 20–21 Juni 2026 bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan literasi media dan komunikasi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. (kim/sof)












