SURABAYA — Ketua Wanita LDII Jawa Timur Emie Santoso mengatakan menjaga tunas bangsa harus dimulai dari penguatan keluarga yang sehat dan cerdas. Pemenuhan gizi anak sejak dini juga dinilai penting di tengah tantangan era digital.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (20/5), yang tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Menurut Emie, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan. Karena itu, peran perempuan, khususnya ibu, menjadi sangat strategis dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak dini.
“Penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang berkualitas. Pendidikan karakter harus berjalan bersama dengan perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak,” ujarnya.
Ia mengatakan, tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat keluarga memiliki peran semakin penting dalam memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, terarah, dan produktif.
Karena itu, Wanita LDII Jawa Timur aktif melakukan berbagai program pembinaan keluarga dan perempuan, mulai dari seminar wanita, pengajian sarimbit, hingga kerja sama dengan Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur dalam program Kampung Keluarga Berkualitas.
Program tersebut mencakup edukasi tumbuh kembang anak, kesehatan perempuan, pemenuhan gizi anak, pendampingan calon ibu, hingga penguatan ketahanan keluarga di era digital.
Emie mengatakan, pembinaan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak di tengah tantangan perkembangan zaman.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurut dia, pemenuhan gizi yang baik akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, kemampuan belajar, hingga pembentukan generasi muda yang sehat dan produktif di masa depan.
“Program MBG menjadi langkah strategis untuk membantu memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang baik. Kami berharap pelaksanaannya dapat dikelola dengan optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Emie.

Upacara Harkitnas tersebut dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diikuti jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta unsur pemerintahan.
Dalam amanatnya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kebangkitan bangsa saat ini harus dimulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda sebagai penentu arah masa depan Indonesia.
“Berbagai langkah strategis tersebut menunjukkan bahwa kebangkitan bangsa hari ini harus dimulai dari penguatan kualitas sumber daya manusianya. Dari generasi mudanya, dari tunas-tunas bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia,” ujar Khofifah.
Ia menekankan bahwa Jawa Timur memiliki modal demografis besar dengan lebih dari 8 juta penduduk usia muda yang harus dipersiapkan menjadi generasi produktif, kreatif, dan berkarakter.
“Ini adalah kekuatan besar yang harus kita kelola bersama agar menjadi energi kemajuan bangsa,” katanya.
Khofifah juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk bersama-sama memperkuat ekosistem pendidikan, keluarga, dan perlindungan anak, termasuk memastikan ruang digital yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
“Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk memperkuat gotong royong dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. (sof/wid)












