JOMBANG — DPD LDII Kabupaten Jombang menggelar pelatihan jurnalistik bagi generasi muda di Ruang TC Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU), Sabtu (2/5/2026). Kegiatan tersebut menekankan pentingnya literasi digital dan kemampuan memilah informasi di tengah maraknya penyebaran hoaks di media sosial.
Pelatihan dibuka Ketua DPD LDII Jombang H Widodo. Dalam sambutannya, ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LDII membekali generasi muda dengan kemampuan komunikasi dan publikasi yang baik.
“Kami memberikan ruang kepada bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) untuk menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dengan tema memperkuat literasi media generasi muda,” ujar Widodo di hadapan peserta.
Ia berharap, pelatihan yang berlangsung sehari penuh itu dapat menambah wawasan peserta mengenai dunia jurnalistik, sekaligus mendorong generasi muda berkontribusi menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.
“Harapannya peserta memiliki ilmu jurnalistik untuk komunikasi, menginformasikan kegiatan, dan berkontribusi kepada masyarakat tentang LDII melalui publikasi yang baik,” katanya.
Menurut Widodo, publikasi memiliki peran penting dalam memperkenalkan kegiatan organisasi kepada masyarakat luas. Ia menyebut generasi muda LDII menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kegiatan di tingkat akar rumput.
“Generasi muda ini menjadi bagian komunikasi dan informasi. Kegiatan-kegiatan di tingkat dasar perlu diinformasikan sehingga masyarakat mengetahui kegiatan yang ada di Kabupaten Jombang melalui publikasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dwi Arga Abdillah yang juga menjabat Ketua Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPD LDII Jombang mengatakan pelatihan tersebut diikuti 36 generasi muda dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang.
Menurutnya, pelatihan jurnalistik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memahami arus informasi digital yang semakin cepat. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan membuat konten informasi yang positif, edukatif, dan bertanggung jawab.
“Melalui pelatihan ini kami berharap generasi muda LDII mampu memahami literasi digital, lebih bijak menggunakan media sosial, serta dapat menangkal hoaks dengan menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dwi Arga.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, hingga pemahaman tentang etika bermedia digital. Salah satu materi disampaikan Ketua Biro KIM DPW LDII Jawa Timur yang membahas penulisan straight news atau berita langsung.
Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami unsur-unsur dasar jurnalistik, mulai dari menentukan sudut pandang berita, menyusun judul yang menarik, hingga menulis isi berita yang memiliki nilai informasi dan mudah dipahami pembaca.
Ia menegaskan, berita tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan tidak memicu disinformasi.
“Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda harus mampu menjadi penyampai informasi yang benar. Jangan hanya cepat menyebarkan berita, tetapi juga memahami nilai berita dan dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, LDII Jombang berharap generasi muda semakin aktif dalam memproduksi informasi yang positif dan edukatif, sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang sehat dan bebas hoaks. (sof/wid)
