LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home NASIONAL

HSN 2025, LDII Berharap Santri Bisa Adaptif Hadapi Zaman Tanpa Kehilangan Jati Diri

Cakra Sadida by Cakra Sadida
24 Januari 2026
in NASIONAL
36 1
0
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menilai Hari Santri Nasional perlu dimaknai sebagai momentum refleksi bersama bagi umat dan bangsa Dok LINES

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menilai Hari Santri Nasional perlu dimaknai sebagai momentum refleksi bersama bagi umat dan bangsa. Dok: LINES.

34
SHARES
36
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

JAKARTA — DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengingatkan pentingnya peran santri dan pondok pesantren dalam menjaga moral serta ketahanan bangsa di tengah perubahan zaman. Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa Hari Santri Nasional (HSN) harus menjadi momentum refleksi untuk memperkuat pesantren sebagai pusat pendidikan karakter, kebangsaan, dan kemandirian umat.

“Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga pelopor moral bangsa. Dalam sejarah Indonesia, para santri dan kiai telah menjadi bagian penting dari perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional,” ujar KH Chriswanto dalam keterangannya memperingati Hari Santri, Selasa (22/10).

KH Chriswanto menilai, Resolusi Jihad yang difatwakan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menjadi bukti nyata bahwa perjuangan santri tidak hanya berkutat pada urusan akhirat, tetapi juga pada upaya mempertahankan tanah air. Ia menegaskan, peringatan Hari Santri harus menjadi pengingat atas kontribusi besar pesantren dan para santri dalam sejarah bangsa.

Menanggapi berbagai sorotan publik terhadap pondok pesantren, KH Chriswanto mengajak masyarakat untuk tidak melakukan generalisasi yang merugikan dunia pendidikan Islam.

“Kita harus bisa membedakan antara kesalahan oknum dan marwah lembaga. Pesantren telah berjasa besar mencerdaskan bangsa, membentuk generasi berakhlak, dan menanamkan semangat cinta tanah air. Maka jangan sampai citra pesantren ternodai oleh segelintir pihak,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman.

“Kementerian Agama bersama ormas Islam perlu memperkuat pembinaan, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan pesantren. Dengan begitu, pesantren akan semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berintegritas,” tambahnya.

KH Chriswanto mengingatkan bahwa santri masa kini harus siap menghadapi tantangan era digital dan globalisasi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai akhlaqul karimah.

“Santri harus menjadi teladan moral, tetapi juga unggul dalam teknologi, ekonomi kreatif, dan kontribusi sosial. Inilah makna dari semangat ‘Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia’ yang sesungguhnya,” tuturnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono, Habib Ubaidillah Al Hasany, menegaskan bahwa perjuangan santri tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih.

“Santri memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan. Kini, tugas santri adalah melanjutkan semangat juang para pendahulu dalam konteks zaman yang berbeda,” ujarnya.

Habib Ubaidillah menjelaskan bahwa pesantren merupakan sistem pendidikan Islam tertua dan paling khas di Indonesia. Sejak abad ke-16, pesantren berperan besar membentuk karakter bangsa melalui pendidikan agama, moral, dan sosial.

“Santri memang harus fokus pada pendidikan agama, karena itu yang utama. Namun, kehidupan dunia dan akhirat harus seimbang — fiddunyaa hasanah, wafil aakhirati hasanah,” jelasnya.

Ia menilai, keseimbangan tersebut menjadi kunci agar santri mampu menjawab tantangan zaman. Dunia modern menuntut generasi muda tidak hanya memahami agama, tetapi juga menguasai keterampilan dan kecakapan hidup.

“Dengan begitu, santri akan menjadi pribadi yang utuh — cerdas, terampil, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam pembangunan Indonesia,” lanjutnya.

Habib Ubaidillah menambahkan, pesantren masa kini telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, dan kebersamaan. “Lulusan pesantren sudah terbukti mampu berkiprah di berbagai bidang — politik, ekonomi, sosial, hingga budaya,” ujarnya.

Namun, di tengah cepatnya perubahan sosial, ia mengingatkan santri agar tetap peka terhadap berbagai tantangan bangsa seperti krisis moral, radikalisme, dan kesenjangan sosial-ekonomi.
“Santri harus mampu membuktikan bahwa mereka siap menghadapi permasalahan kehidupan di era modern,” pesannya.

Ia menutup dengan penegasan bahwa pesantren harus hadir dengan solusi nyata bagi persoalan bangsa, tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai Islam.

“Pesantren harus menjadi pusat solusi dan inspirasi, bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga penggerak perubahan bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (cak/wid).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto httpdakwahislamnet

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

10 November 2016
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu 154 di Gedung DPD LDII Gresik Dok Lines

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana PENS Surabaya Selasa 213 Dok LINES

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Ketua DPW LDII Amrodji Konawi didampingi pengurus harian saat silaturahim Syawal di Kediaman KH Hasan Mutawakkil Alalloh Ketum MUI Jatim di Probolinggo pada 25 April 2023

Safari Silaturahim Syawal LDII Jatim untuk Pererat Ukhuwah Islamiyah

6
Pengurus Pondok Pesantren Nurul Hakim menyerahkan santunan kepada dhuafa dan anak yatim Foto LINES Kediri

Ponpes Nurul Hakim Kediri Salurkan Santunan Idulfitri Pada 130 Dhuafa dan Anak Yatim

20 Maret 2026
Tim Falakiyah LDII Jawa Timur melakukan pengamatan hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Tanjung Kodok Lamongan Kamis 193 Foto LINES Jatim

Hilal 1 Syawal Tak Terlihat di Tanjung Kodok

20 Maret 2026
Santunan yatim dan buka puasa bersama PWI Kediri Raya Foto LINES Kediri

LDII Kota Kediri Apresiasi Aksi Sosial PWI Santuni Anak Yatim

20 Maret 2026
Penyaluran 30 paket parsel kepada anak yatim di Gunung Anyar Surabaya kolaborasi Yayasan Seribu Senyum IPSM dan PC LDII Gunung Anyar di Masjid Nurul Hikmah Foto LINES Jatim

Gandeng IPSM dan LDII Gunung Anyar, Yayasan Seribu Senyum Salurkan 30 Parsel untuk Anak Yatim

18 Maret 2026

Komentar Terkini

  • Anonim pada Ketua PCNU Kediri: Ramadan Ajarkan Kesabaran dan Toleransi
  • Zidane Alfin pada Menjelang Buka Puasa, Warga LDII Wonocolo Latihan Pencak Silat Bersama PERSINAS ASAD
  • Lilik Indarti pada LDII Bangkalan Salurkan 75 Paket Santunan Ramadan untuk Anak Yatim dan Keluarga Beruntung
  • Yadi pada Bawa Hidangan dalam Rantang, Wali Kota Mojokerto Buka Puasa Bersama Warga LDII
  • Adi Kurniawan pada Terpilih Aklamasi, H. Suhartono Kembali Nakhodai LDII Kota Mojokerto
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.