KEDIRI — Pemuda LDII Kota Kediri mendorong generasi muda untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui talkshow bertema “Inspirasi Kemandirian Bersama Pengusaha Kuliner dan Konveksi”, Minggu (25/1). Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri.
Talkshow yang dikemas dalam suasana pengajian ini menghadirkan pelaku usaha dari bidang konveksi dan kuliner. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus motivasi bagi generasi muda LDII agar berani memulai usaha di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Narasumber dari sektor konveksi, Abdul Azis menegaskan bahwa setiap pelaku usaha memiliki perjalanan yang berbeda, “Jangan membandingkan titik awal kita dengan orang lain. Mulai saja dari apa yang kita punya,” ujar pemilik PT ALB Apparel ini.
Menurut Abdul Azis, keterbatasan modal bukan halangan bagi generasi muda untuk berwirausaha. Berbagai peluang usaha bisa dimulai dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial.
“Bisa jadi reseller, konten kreator, atau usaha jasa. Yang penting mau bergerak dan terus belajar,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan keberanian mengambil peluang. Hal itu, menurutnya, menjadi kunci hingga PT ALB Apparel mampu bekerja sama dengan berbagai klub olahraga dan instansi pemerintah.
Sementara itu, narasumber bidang kuliner, Fatkhul Rohman, membagikan kisah perjalanan usahanya di bidang kuliner. Ia menyebut usahanya berawal dari satu cabang kecil hingga kini berkembang di sejumlah titik di Kediri.
“Usaha itu ibarat menanam. Fokuslah pada prosesnya, jangan hanya mengejar hasil. Hasil akan datang seiring usaha yang maksimal,” ujar pemilik Pemilik Nasi Cokot 313 ini.
Fatkhul menambahkan, usaha kuliner sangat bergantung pada kepercayaan pelanggan. Karena itu, kunci utamanya yaitu bisa menjaga kualitas dan konsistensi rasa, “Kalau rasa konsisten, pelanggan akan datang kembali. Dari situlah usaha bisa bertahan dan berkembang,” tutupnya.












