JAMBI — PC LDII Jambi Selatan menggelar seminar edukasi kesehatan dan kebersihan kewanitaan bagi para ibu pada Sabtu (10/1) di Masjid Al-Barokah, Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan. Kegiatan ini membahas pemahaman mengenai siklus haid, istihadhah, nifas, serta tata cara bersuci (thaharah).
Seminar yang diikuti oleh 217 peserta tersebut menghadirkan tiga narasumber yang mengulas persoalan kewanitaan dari perspektif medis dan hukum Islam, yakni Aswati, Tri Winda Hidayati, dan Eka Ulya Nadiroh.
Dalam paparannya, Tri Winda Hidayati menjelaskan metode praktis untuk membedakan darah haid dan istihadhah. Ia menyampaikan bahwa selain durasi waktu, perbedaan keduanya juga dapat dikenali melalui karakteristik darah.
“Apabila pendarahan melewati kebiasaan masa haid atau melampaui batas maksimal 15 hari, maka kondisi tersebut dikategorikan sebagai istihadhah,” ujar Tri Winda Hidayati.
Ia menjelaskan, secara medis darah istihadhah berwarna lebih segar dan cepat membeku karena proses fibrinogen berjalan normal, berbeda dengan karakteristik darah haid.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Aswati yang mengulas pendarahan pada masa pascapersalinan. Ia menyebutkan, batas maksimal nifas adalah 40 hari. Selain itu, pendarahan yang terjadi menjelang persalinan, dengan durasi maksimal tiga hari, juga termasuk dalam masa nifas. Dalam kondisi tersebut, wanita diperbolehkan meninggalkan salat dan puasa sesuai ketentuan syariat.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik yang dipandu Eka Ulya Nadiroh. Ia memperagakan langsung tata cara mandi wajib serta cara membersihkan pakaian yang terkena madzi atau wadhi. Melalui sesi ini, peserta dapat melihat dan memahami secara langsung langkah-langkah bersuci yang benar, sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saat menjalankan ibadah.
Pemahaman tersebut dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya, Alfi Magfiroh, yang menyebut kegiatan ini memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi perempuan yang disampaikan sejalan dengan ketentuan syariat Islam, sehingga memudahkan peserta dalam memahami keterkaitan antara aspek kesehatan dan pelaksanaan ibadah.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya PC LDII Jambi Selatan dalam menyelaraskan pemahaman keagamaan dengan perkembangan pengetahuan medis, khususnya dalam pelaksanaan ibadah. (kim/sof/wid)












