LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home SEPUTAR PESANTREN

Kemenag Nganjuk Beri Pembekalan Moderasi Beragama pada Ratusan Santri Ponpes Al Ubaidah

Cakra Sadida by Cakra Sadida
14 Februari 2026
in SEPUTAR PESANTREN
2 0
0
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk Abdul Rahman memberikan pembekalan moderasi beragama kepada ratusan santri Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono Dok LINES Jatim

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rahman, memberikan pembekalan moderasi beragama kepada ratusan santri Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono. Dok: LINES Jatim.

1
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Ratusan santri Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono mendapat pembekalan tentang moderasi beragama dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rahman, Senin (9/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pemahaman keagamaan yang sejuk dan toleran di kalangan generasi muda.

Dalam paparannya, Abdul Rahman menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan, melainkan menempatkan ajaran agama secara proporsional di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. Intinya, saling menghormati perbedaan tanpa harus mengorbankan prinsip masing-masing.

“Setiap orang punya hak menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Yang tidak boleh adalah memaksakan keyakinan kepada orang lain. Kalau itu terjadi, justru bisa menimbulkan gesekan,” ujarnya di hadapan para santri.

Ia menyebut, ada empat indikator utama dalam moderasi beragama. Yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi. Jika nilai-nilai tersebut tumbuh kuat, maka kehidupan beragama akan berjalan harmonis dan damai.

Menurutnya, para santri memiliki peran strategis di tengah arus globalisasi dan derasnya informasi saat ini. Generasi muda, termasuk santri, adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah bangsa.

“Anak muda hari ini adalah pemimpin esok hari. Kalau kualitas pendidikan dan karakternya baik, tentu masa depan bangsa juga akan lebih baik,” katanya.

Abdul Rahman juga mengingatkan agar santri tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar. Di era digital, kemampuan menyaring informasi menjadi hal penting agar tidak terjebak pada paham yang menyimpang atau provokatif.

Ia berharap, pembekalan ini tidak berhenti pada tataran teori, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun saat kembali ke tengah masyarakat. (kim/cak/wid).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.