SIDOARJO — PAC LDII Wonokupang menggelar pengajian bertema “Meningkatkan Daya Juang Generasi Muda” di Masjid Khoirul Huda, Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (10/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum pembekalan dan pembinaan rohani bagi warga PAC LDII Wonokupang.
Materi mengenai daya juang generasi muda disampaikan Penanggung Jawab Program (PJP) Desa Wonokupang, Ustadz Idil Khair Alis Pradana Harahap. Pengajian dihadiri warga PAC LDII Wonokupang.
Ketua PAC LDII Wonokupang, H. Didik Apriyadi yang juga hadir mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pembekalan dan pembinaan rohani bagi warga LDII. Terutama untuk membangun daya juang dan memberikan ruang bagi generasi muda agar terlibat dalam berbagai bentuk kegiatan khususnya di Desa Wonokupang. “Kali ini kita adakan dengan tema Pembinaan Generasi Muda LDII,” ujarnya.
Sementara itu ustaz Idil Khair Alis Pradana Harahap menjelaskan, daya juang berkaitan dengan sejumlah proses, mulai dari memiliki tujuan hingga mendapatkan kesempatan untuk menjalankan tanggung jawab.
“Daya juang akan tumbuh ketika seseorang memiliki tujuan, mendapatkan pembinaan, dipercaya memegang amanah, diberi ruang untuk berkontribusi, dan tetap dirangkul setelah menyelesaikan tugas,” jelasnya.
Menurut Idil, kontribusi tidak selalu harus diwujudkan melalui pekerjaan atau kegiatan yang besar. Berbagai tanggung jawab sesuai kemampuan juga dapat menjadi bagian dari proses tersebut.
“Perjuangan tidak selalu berbentuk pekerjaan besar. Mengajar, membina generus, membantu kegiatan, menjadi panitia, mendampingi orang lain, atau menjalankan tanggung jawab sesuai kemampuan juga merupakan bentuk kontribusi yang sangat bernilai,” katanya.
Dalam paparannya, ia menyebut generasi muda tidak hanya dipandang sebagai pihak yang akan meneruskan peran pada masa mendatang. Mereka juga perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui keterlibatan dan tanggung jawab. Idil menambahkan, seseorang tidak perlu menunggu berada dalam kondisi sempurna untuk mulai berkontribusi.
“Jangan menunggu memiliki kekuatan untuk berjuang. Mulailah dari apa yang mampu dilakukan hari ini. Sebab daya juang tumbuh bukan karena perjalanan selalu mudah, tetapi karena kita terus melangkah meski menghadapi keterbatasan,” ujarnya.
Idil juga menekankan pentingnya kepercayaan dan keterlibatan generasi muda sejak dini, “Generasi muda tidak cukup dipersiapkan untuk menjadi penerus; mereka perlu dipercaya, dilibatkan, dan dibiasakan menjadi pelaku perjuangan sejak dini,” kata Idil.
Daya juang, lanjut Idil merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda. Disitulah pentingnya memiliki tujuan, menerima pembinaan, menjalankan amanah, serta berkontribusi sesuai kemampuan.
Selain itu idil juga menegaskan bahwa kontribusi dapat dimulai dari aktivitas yang sederhana. Mengajar, membantu kegiatan, menjadi panitia, mendampingi orang lain, dan menjalankan tanggung jawab merupakan contoh yang disebutkan dalam materi.
Dengan pendekatan tersebut, pembinaan generasi muda diarahkan pada proses belajar melalui keterlibatan. Kesempatan untuk dipercaya dan menjalankan amanah menjadi bagian dari pengalaman yang disampaikan dalam pengajian.
Kegiatan di Masjid Khoirul Huda tersebut menjadi forum bagi warga PAC LDII Wonokupang untuk mengikuti meningkatkan daya juang dan pembinaan generasi muda. (kim/wid)












