GRESIK — Wanita LDII Kabupaten Gresik menggelar pengajian bertema “Cegah dan Atasi Stunting pada Balita Sambut Indonesia Emas 2045“ di Masjid Miftahul Huda, Singorejo, Kabupaten Gresik, Minggu (26/7/2026).
Pengajian tersebut dihadiri Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya Inne Soesanti. Dalam pemaparannya, Ia menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas seseorang pada masa depan.
Menurut Inne, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak sebelum anak lahir melalui pemenuhan gizi ibu hamil, dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan balita secara rutin.
“Stunting dapat dicegah apabila kebutuhan gizi anak dipenuhi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Karena itu, keluarga menjadi lingkungan pertama yang menentukan keberhasilan upaya pencegahannya,” ujar Inne.

Sementara itu, Ketua Wanita LDII Kabupaten Gresik Erma Suryani mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam membangun kualitas generasi penerus melalui pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan dasar anak di lingkungan keluarga.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Melalui pengajian ini kami ingin membekali para ibu tidak hanya dengan ilmu agama, tetapi juga wawasan kesehatan agar mampu menerapkan pola asuh dan pola makan yang baik di dalam keluarga,” kata Erma.
Ia berharap para peserta dapat menerapkan materi yang diperoleh di lingkungan keluarga sekaligus menyebarkan pemahaman mengenai pencegahan stunting kepada masyarakat di sekitarnya.
Pengajian tersebut juga dihadiri Ketua Wanita LDII Jawa Timur Emie Santoso. Ia mengapresiasi Wanita LDII Gresik meningkatkan literasi kesehatan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. (kim/sof/wid)












