KEDIRI — Sepekan setelah dikukuhkan, Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kabupaten Kediri mulai membangun jejaring dengan organisasi kemasyarakatan Islam sebagai bagian dari penyusunan program kerja periode 2026–2031. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan ke DPD LDII Kabupaten Kediri, Senin (20/7).
Ketua FKMT Kabupaten Kediri Riza Sahlan Siroj mengatakan, kunjungan ke berbagai organisasi Islam dilakukan untuk memperkuat komunikasi sekaligus menghimpun masukan dalam menyusun arah program kerja lima tahun mendatang. Menurutnya, program yang disusun perlu berangkat dari kebutuhan masyarakat dan melibatkan berbagai elemen umat.
“Silaturahim ini akan menjadi salah satu acuan dalam penyusunan program kerja FKMT periode 2026–2031. Kami berharap program yang disusun nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Kediri,“ ujar Riza.
Ia menjelaskan, FKMT dibentuk sebagai wadah komunikasi majelis taklim dari berbagai organisasi Islam di Kabupaten Kediri. Karena itu, pihaknya ingin membangun kolaborasi tanpa sekat organisasi agar potensi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat saling melengkapi.
“FKMT menjadi wadah silaturahim berbagai ormas dan majelis taklim, baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, maupun LDII. Harapannya, kita dapat bersama-sama berkontribusi menjadikan Kediri sebagai Bumi Panjalu yang penuh dengan kekuatan rahmatan lil alamin,” katanya.

Jajaran FKMT diterima Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri Agus Sukisno bersama pengurus harian. Agus menyambut baik inisiatif FKMT membangun komunikasi lintas organisasi sejak awal kepengurusannya.
Menurut dia, tantangan pembinaan umat semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi antarlembaga. Setiap organisasi memiliki pengalaman dan kekuatan yang dapat saling melengkapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik upaya FKMT membangun komunikasi dengan berbagai elemen. Kolaborasi seperti ini penting agar organisasi keagamaan dapat berjalan beriringan dalam memberikan pembinaan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Agus.
Pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama di bidang pembinaan keagamaan, penguatan majelis taklim, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Hasil diskusi itu akan menjadi salah satu masukan bagi FKMT dalam menyusun program kerja periode 2026–2031. (kim/sof/wid)












