KEDIRI — Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri menggelar pengajian bertajuk “Bisnis Legal untuk Meraih Profit Maksimal” di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri, Minggu (26/4). Kegiatan tersebut bertujuan mendorong kemandirian generasi muda sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan ekonomi.
Pengajian menghadirkan Ustaz Dian Aristandi sebagai penyampai tausiyah agama dan Dzikir Satya Atmaja, warga LDII yang aktif sebagai pengusaha.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Dian Aristandi menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan pola pikir yang sehat di tengah berbagai persoalan hidup. Menurut dia, meningkatnya fenomena bunuh diri menjadi pengingat bagi generasi muda agar memiliki ketahanan mental yang kuat.
“Sebagai generasi penerus, kita harus memiliki target hidup yang jelas, salah satunya dengan membangun 29 karakter budi luhur serta mewujudkan Tri Sukses Generus, yaitu alim faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri,” ujarnya.
Ia mengatakan kemandirian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bekerja, tetapi juga kemampuan mengelola diri dan memenuhi kebutuhan hidup secara bertanggung jawab.
Sementara itu, Dzikir Satya Atmaja menjelaskan legalitas menjadi aspek penting dalam menjalankan usaha. Menurut dia, legalitas memberikan perlindungan hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
“Legalitas usaha itu seperti SIM dalam berkendara. Dengan izin resmi, pelaku usaha akan merasa lebih aman dan leluasa dalam mengembangkan bisnis,” katanya.
Ia menuturkan usaha tanpa legalitas berisiko menghadapi berbagai kendala, mulai dari protes masyarakat, sidak pemerintah, hingga penutupan usaha. Selain itu, usaha tanpa perlindungan hukum dinilai lebih rentan ditiru atau diklaim pihak lain.

Dzikir menambahkan legalitas seperti izin usaha, BPOM, sertifikasi halal, dan SNI dapat meningkatkan kredibilitas usaha sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih besar. Ia juga mengingatkan pemerintah terus memperkuat regulasi terkait legalitas usaha, termasuk kewajiban sertifikasi halal.
Selain legalitas, ia menilai pelaku usaha perlu melakukan riset pasar, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk meningkatkan keuntungan usaha.
Ketua Pemuda LDII Kota Kediri Asyhari Eko Prayitno mengatakan pembinaan generasi muda menjadi prioritas organisasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kami berharap generasi muda LDII memiliki keseimbangan antara pemahaman agama dan kemandirian ekonomi, sehingga mampu menjadi pribadi yang profesional religius serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, pembekalan mengenai legalitas usaha menjadi langkah strategis untuk mendorong generasi muda membangun usaha yang aman, berkembang, dan berdaya saing.
“Ke depan, kami ingin generasi LDII tidak hanya kuat dalam ibadah, tetapi juga unggul dalam bidang ekonomi, sehingga mampu mandiri dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” katanya. (kim/sof/wid)
