SURABAYA — Ratusan pesilat dari berbagai perguruan menampilkan atraksi pencak silat dalam pengukuhan Pengurus Provinsi, Pengurus Cabang, dan Ranting Pencak Silat Militer (PSM) Jawa Timur di Lapangan Upacara Ahmad Yani, Kodam V/Brawijaya, Rabu (15/4).
Penampilan tersebut melibatkan delapan perguruan pencak silat, termasuk PERSINAS ASAD. Perguruan ini menampilkan jurus secara serempak yang menonjolkan kekompakan dan disiplin, sementara perguruan lain memperagakan gerakan khas sesuai identitas masing-masing.
Pengukuhan tersebut dihadiri Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Wakil Sekretaris IPSI Jawa Timur M. Nazar, serta para ketua perguruan pencak silat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi Pencak Silat Militer di tingkat provinsi hingga ranting.

Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Timur Dedid Cahya Happyanto mengatakan penampilan tersebut mengusung tema pencak silat sebagai penjaga perdamaian yang aman, guyup, dan tenteram di Jawa Timur.
“Pencak silat kami hadirkan sebagai penjaga perdamaian yang aman, guyup, dan tenteram di Jawa Timur. Melalui gerakan jurus yang dilakukan bersama, kami ingin memperkuat kerja sama, kerukunan, dan kekompakan antarperguruan maupun masyarakat,” kata Dedid Cahya Happyanto.
Penampilan PERSINAS ASAD Jawa Timur dibawakan oleh atlet berprestasi dari SMP Budi Utomo Gadingmangu, Jombang. Menurut Dedid, pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai bela diri, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda. Pembinaan berkelanjutan, kata dia, diharapkan mendorong pencak silat berkembang sebagai olahraga prestasi hingga tingkat internasional. (sof)












