SURABAYA — Momentum Idulfitri dimanfaatkan jajaran pengurus DPW LDII Jawa Timur untuk bersilaturahim ke sejumlah ulama dan tokoh Islam di berbagai daerah. Di balik tradisi sowan Lebaran itu, LDII Jawa Timur juga membawa agenda yang lebih luas, yakni menyampaikan persiapan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII sekaligus menghimpun pandangan dan masukan dari para tokoh agama.
Munas X LDII dijadwalkan berlangsung pada 7–9 April 2026 di Jakarta. Bagi LDII Jawa Timur, forum lima tahunan itu dipandang sebagai momentum penting untuk merumuskan arah organisasi ke depan, sehingga masukan dari para ulama dan tokoh masyarakat dinilai penting sebagai bagian dari aspirasi daerah.
Ketua DPW LDII Jawa Timur H. Moch. Amrodji Konawi mengatakan, rangkaian silaturahim Syawal itu menjadi bagian dari ikhtiar organisasi untuk menjaga hubungan baik dengan para ulama yang selama ini berperan dalam membina umat.
“Pada momen Lebaran ini kami memanfaatkan waktu untuk bersilaturahim kepada para ulama dan tokoh di Jawa Timur. Selain menyampaikan rencana pelaksanaan Munas X LDII, kami juga ingin mendengar langsung pandangan, harapan, serta aspirasi mereka untuk menjadi bahan masukan dalam forum Munas nanti,” ujar Amrodji.
Rangkaian kunjungan tersebut diawali di Surabaya pada Jumat (27/3) dengan mengunjungi kediaman Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur KH Sukadiono. Selanjutnya, pada Sabtu (28/3), rombongan melanjutkan perjalanan ke Jember untuk bersilaturahim dengan Wakil Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof KH Halim Soebahar serta Wakil Ketua Komisi Pesantren Pengurus Pusat MUI KH M Noor Harisudin.
Pada hari berikutnya, pengurus DPW LDII Jawa Timur melanjutkan perjalanan ke Kediri untuk sowan ke Ketua Umum Pengurus Pusat MUI KH Anwar Iskandar di Pondok Pesantren Assa’idiyyah Jamsaren. Rangkaian silaturahim kemudian ditutup di Jombang melalui kunjungan ke Ketua PWNU Jawa Timur yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Dalam setiap pertemuan, pengurus LDII Jawa Timur tidak hanya menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Munas X, tetapi juga membuka ruang dialog dengan para ulama. Berbagai pandangan, nasihat, dan harapan yang disampaikan menjadi catatan penting yang akan dibawa sebagai bagian dari aspirasi daerah dalam forum nasional tersebut.
“Para ulama memiliki pengalaman panjang dalam membina umat dan menjaga kehidupan masyarakat tetap rukun. Karena itu, nasihat dan pandangan beliau-beliau sangat penting bagi kami, agar LDII ke depan semakin bisa memberi manfaat yang lebih luas,” kata Amrodji.

Arahan serupa juga disampaikan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Ia meminta seluruh jajaran pengurus LDII, mulai tingkat DPW, DPD, hingga PC dan PAC, memanfaatkan momentum Idulfitri untuk memperkuat silaturahim dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami meminta seluruh pengurus LDII untuk bersilaturahim dengan pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan stakeholder lainnya. Dari situ, kita bisa menyerap berbagai masukan yang nantinya akan menjadi bahan penting dalam Munas,” ujarnya.
Menurut Chriswanto, berbagai masukan yang dihimpun dari daerah diharapkan dapat memperkaya pembahasan dalam Munas X, sehingga keputusan dan program kerja yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
“LDII ingin hadir sebagai organisasi yang responsif dan solutif. Oleh karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat penting agar program kerja ke depan semakin tepat sasaran,” tegasnya.
