KEDIRI — Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) IIK Bhakti Wiyata Kediri, Selasa (27/1/2026). Kegiatan itu untuk meningkatkan layanan kesehatan santri.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Gedung Wistram Ponpes Wali Barokah tersebut disaksikan pimpinan pondok, jajaran Dekanat IIK Bhakti Wiyata, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kediri, Kementerian Agama Kota Kediri, serta perwakilan organisasi masyarakat.
Ketua Ponpes Wali Barokah Kediri, KH. Sunarto, menyampaikan bahwa aspek kesehatan menjadi perhatian pondok dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, kondisi kesehatan santri berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan belajar dan aktivitas kepesantrenan.
“Kesehatan merupakan bagian dari pendidikan di pondok. Dengan kondisi fisik yang sehat, santri dapat mengikuti kegiatan belajar dan mengaji,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan IIK Bhakti Wiyata diprioritaskan sebagai langkah awal kolaborasi pada tahun 2026.
Sementara itu, Dekan FKG IIK Bhakti Wiyata Kediri, Dr. drg. Puspa Dila Rohmaniar, M.Kes., menyatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Melalui kerja sama ini, santri akan mendapatkan layanan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan oleh mahasiswa profesi di bawah supervisi dokter gigi spesialis dan dosen pembimbing,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana pelibatan Ponpes Wali Barokah dalam kegiatan Bulan Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (BKGN) pada akhir 2026.
Dukungan juga disampaikan Dinas Kesehatan Kota Kediri terhadap kerja sama yang dijalin Pondok Pesantren Wali Barokah dengan Fakultas Kedokteran Gigi IIK Bhakti Wiyata. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai berkaitan langsung dengan upaya pemantauan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan pesantren.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Supriyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat membantu puskesmas di wilayah setempat.
“Dengan adanya kerja sama ini, pemeriksaan kesehatan gigi santri dapat dilakukan secara lebih teratur dan hasilnya dapat digunakan sebagai data pendukung kegiatan screening di puskesmas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kerja sama di bidang kesehatan pesantren selaras dengan program LDII yang memberi perhatian pada kesehatan santri. Aspek kesehatan, menurutnya, menjadi bagian dari pembinaan santri selama menjalani pendidikan di pesantren.
Ia menjelaskan bahwa LDII memiliki delapan klaster program, salah satunya klaster kesehatan, yang diarahkan untuk mendukung kesiapan santri sebelum menjalankan peran di masyarakat.
“Santri yang nantinya ditugaskan ke berbagai daerah sebagai dai dan daiyah perlu dipersiapkan dalam kondisi sehat secara jasmani dan rohani,” ujarnya. (mzd/sof/wid)












