TABANAN — Pengurus DPD LDII Kabupaten Tabanan menggelar penyusunan program kerja (proker) tahun 2026 bersama dewan penasihat dan pengurus cabang. Acara yang digelar di Kantor Cabang Yayasan Bali Pandega Insani, Kabupaten Tabanan, Minggu (18/1) itu untuk menyelaraskan persepsi serta mempertajam arah kinerja organisasi.
Kegiatan tersebut diikuti dewan penasihat, pengurus harian, serta para pengurus bagian DPD LDII Kabupaten Tabanan periode 2025-2030. Sejumlah pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Pupuan juga turut hadir untuk menyampaikan masukan.
Acara dibuka oleh anggota Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Tabanan, Ustaz Abdul Ali. Ia mengingatkan agar penyusunan program kerja tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis dan kompleks.
Ketua DPD LDII Kabupaten Tabanan, Maulana Sandijaya, menegaskan program kerja merupakan jantung sekaligus penunjuk arah organisasi. Menurutnya, tanpa perencanaan yang jelas, roda organisasi akan berjalan tanpa tujuan, “Ibarat kapal besar yang berlayar, tapi tidak tahu arah tujuan,” ujarnya.
Sandijaya menjelaskan, penyusunan proker 2026 ini sempat mengalami sedikit keterlambatan karena padatnya agenda organisasi sepanjang 2025. Hingga akhir Desember lalu, DPD LDII Kabupaten Tabanan masih disibukkan dengan berbagai kegiatan, seperti pengukuhan pengurus dan pengajian akhir tahun generasi penerus.
“Sekarang menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan mempertajam kinerja pengurus. Program yang disusun harus benar-benar bermanfaat, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, sepuluh bagian di lingkungan DPD LDII Kabupaten Tabanan masing-masing memaparkan minimal satu usulan program kerja untuk dilaksanakan sepanjang 2026. Bahkan, beberapa bagian mengajukan lebih dari satu program.
Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga mengusulkan empat program, mulai dari pelatihan ekonomi kreatif berbasis keluarga, penyuluhan gizi seimbang, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sementara itu, Bagian Pengabdian Masyarakat mengusulkan kegiatan bersih lingkungan secara rutin setiap bulan serta aksi donor darah.
Sandijaya pun mengingatkan agar setiap program yang diusulkan bersifat realistis dan dapat direalisasikan. “Jangan sampai programnya terlalu tinggi, tapi hanya berhenti di atas kertas,” tandasnya.
Kegiatan penyusunan program kerja tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antarpengurus sebagai upaya menyempurnakan rancangan proker 2026.












