KEDIRI — Pemuda LDII Kota Kediri didorong untuk tampil sebagai motor perubahan di lingkungannya. Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika sosial di daerah, generasi muda LDII diminta tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga siap mengambil peran kepemimpinan di masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kepemudaan Disbudparpora Kota Kediri, Aries Ahmad Chudori, saat membuka Seminar Peningkatan Kapasitas Pemuda LDII Kota Kediri di Pondok Pesantren Wali Barokah, Minggu (28/12).
Dalam pemaparannya, Aries menekankan bahwa pemuda LDII memiliki modal sosial yang kuat untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah. Namun, modal tersebut perlu diperkuat dengan sikap adaptif dan cara pandang visioner agar mampu menjawab tantangan zaman.
Mengusung tema “Kepemimpinan: Peran, Gaya, dan Tantangan di Era Modern”, Aries menegaskan bahwa kepemimpinan tidak sebatas jabatan. Kepemimpinan, kata dia, adalah kemampuan memengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, termasuk di tingkat lokal.
Menurut Aries, pemimpin muda yang dibutuhkan Kota Kediri adalah sosok yang mampu menjadi teladan. Tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga konsisten dalam sikap, perilaku, dan pengambilan keputusan.
“Kepemimpinan itu tentang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dari komunitas terkecil hingga masyarakat luas, pemimpin menentukan arah dan visi perubahan,” ujarnya di hadapan peserta seminar.
Ia menilai, pembinaan karakter kepemimpinan di kalangan pemuda LDII perlu dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. Nilai integritas, kejujuran, tanggung jawab, empati, serta keberanian mengambil keputusan menjadi bekal penting bagi generasi muda LDII untuk berkiprah di ruang publik.

Lebih lanjut, Aries menyoroti tantangan kepemimpinan yang dihadapi pemuda saat ini, mulai dari cepatnya arus informasi digital, perbedaan karakter lintas generasi, hingga tuntutan transparansi publik di tingkat daerah.
“Pemuda LDII di Kota Kediri harus siap menjadi pemimpin yang adaptif, responsif, dan visioner. Tantangan zaman tidak bisa dihindari, tapi bisa dihadapi dengan karakter dan kesiapan,” tegasnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa kepemimpinan pemuda menjadi salah satu kunci kemajuan daerah. Pemimpin yang efektif adalah mereka yang mampu memberdayakan komunitasnya, mengelola perubahan, dan berkontribusi nyata bagi Kota Kediri. (cak/wid).












