LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Ketua OJK: UMKM Masih Sulit Soal Pendanaan

Sofyan Gani A. by Sofyan Gani A.
11 Mei 2016
in NASIONAL
23 2
0
Ketua OJK: UMKM Masih Sulit Soal Pendanaan
24
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Masalah pendanaan adalah salah satu hal yang sering dialami Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) dan ini berlaku secara global. Hal itu disampaikan Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman Dharmansyah Hadad dalam ASEAN Small Medium Enterprise (SME) Partnership 2015 di hotel Allium.

 

Menurutnya, hal yang paling dikeluhkan oleh UMKM adalah sulitnya mendapat kredit dan pendanaan, termasuk akses ke lembaga keuangan. Pasar UMKM tidak selalu terkait dengan produk, tetapi masalah perizinan, pendampingan, dan sebagainya.

 

“Masalah uang bukanlah satu satunya faktor yang menghambat pengembangan UMKM. Tetapi uang menjadi faktor yang bisa menentukan keberlangsungan UMKM. Lalu lintas yang terjadi dari barang, jasa, hingga tenaga kerja diharapkan dalam MEA diharapkan mampu membuat masyarakat lebih sejahtera,” ujarnya

 

Sekitar 40 persen pasar ASEAN datang dari Indonesia. Negeri ini memiliki 250 juta penduduk, dari 600 juta populasi manusia di Asia Tenggara. “Dengan jumlah populasi yang besar maka akses keuangan juga lebih memungkinkan,” kata Muliaman.

 

“Kita ingin kepastian bahwa integrasi akan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat ASEAN. Kesejahteraan menjadi tujuan akhir, sementara terbentuknya integrasi menjadi alat untuk mencapai kesejahteraan,” ujarnya

 

Menurut Muliaman yang juga Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), integrasi ekonomi merupakan alat mencapai tujuan, yang seharusnya tidak merugikan. Jika satu negara hanya menjadi pasar sementara negara lain mengeksploitasi, maka hal tersebut akan keluar dari tujuan awal integrasi ekonomi ASEAN dalam MEA

 

“Hal ini menjadi tantangan bagi UMKM karena UMKM berperan dalam pembentukan ekonomi dan penyerap tenaga kerja yang sangat banyak. UMKM pada dasarnya berbasis lokal dengan memanfaatkan orang lokal,” ujarnya

 

Langkah Pengembangan Keuangan UMKM bagi ASEAN

Negara-negara anggota ASEAN pada dasarnya bergantung pada UMKM masing- masing, dan ini menjadi relevan dalam pengintegrasian UMKM ASEAN. Banyak program pembiayaan yang masih dilakukan, tetapi tidak semua bisa berhasil.

 

“UMKM bisa menghadapi gejolak ekonomi karena fleksibilitasnya. Untuk itu pengembangan UMKM di Negara ASEAN Perlu dipercepat, Meningkatkan daya saing dan akses keuangan, dan Akses pembiayaan yang fleksibel. Akses keuangan yang mudah dan murah juga didukung dengan subsidi dan bunga yang rendah,”ujarnya

 

Menurut Muliaman Dharmansyah  Indonesia bisa menjadi laboratorium untuk membuka akses keuangan UMKM. Indonesia dengan 50 persen GDP diperoleh dari UMKM, 97 persen penyerapan tenaga kerja oleh UMKM, dan bahkan terdapat 57,9 juta UMKM di  Indonesia. Indonesia memiliki sejarah dalam pembiayaan UMKM sebut Saja Kredit Usaha Rakyat.

 

Kekhawatiran terhadap UMKM seperti Lemahnya manajerial, kapasitas, dan kapabilitas serta jauhnya UMKM dari akses pembiayaan yang menyebabkan UMKM tidak berkembang. hal yang ingin ia tekankan bahwa UMKM Perlu didukung oleh perusahaan penjaminan, dan seharusnya UMKM juga didukung akses keuangan yang lebih besar.

 

“Saat ini untuk UMKM  Indonesia aturannya sedang kami siapkan, awal tahun depan peraturan selesai, kita bisa undang UMKM mana saja namun UMKM akan didampingi oleh perusahaan yang disebut under ritter dan terdaftar di pasar modal,” ujarnya

 

Masalah pendanaan memang cukup sensitif, namun hal yang ia upayakan terhadap pembiayaan UMKM  akan difokuskan dengan pendanaan yang sesuai dengan kapasitas UMKM. Meski skala pembiayaan masih dalam rumusan, namun pendanaan sudah disiapkan dan bisa diimplementasikan di awal tahun 2016.

 

“Akan ada penyederhanaan dan pembatasan. Untuk kapasitas UMKM, tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar. Jika terlalu besar masuk jalur normal. Dari perizinan juga sangat dibedakan dengan yang berlaku secara umum. frekuensi perdangangan apakah bisa dibatasi atau tidak. area tersebut akan dibatasi mana yang masuk papan UMKM dan yang umum. Skala pembiayaan masih diformulasikan dan awal tahun sudah bisa dipastikan,” ujarnya.

 

Solusi Masalah UMKM 

Sementara itu Wakil Ketua Steering Committee ASEAN SME Partnership 2015, Abdullah Syam menyatakan UMKM masih menemui masalah klasik. Mereka berkutat dengan sulitnya memperoleh bahan baku, produk berkualitas, desain produk, mesin, infrastruktur, pendanaan, hingga perizinan. 

 

“Hal ini kait mengkait dan mempengaruhi kemampuan bersaing dari produk tersebut. Sehingga produk UMKM dalam negeri memiliki daya saing rendah,” papar Abdullah Syam yang juga Ketua Umum DPP LDII.

 

Tumpang tindih pengelolaan dan pengurusan UMKM juga memberi andil kurang berkembangnya UMKM. Contoh sederhana, antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian KUKM sama-sama fokus terhadap UMKM, namun kerap masih-masing kementerian itu membuat peraturan yang berseberangan. 

 

“Misalnya, Kementerian Perindustrian ingin mendorong industri dalam negeri, tetapi Kementerian Perdagangan membuka keran impor tanpa berkoordinasi terlebih dahulu,” tegas Abdullah Syam. Lalu apa solusinya? Ia mencontohkan China yang mampu menguasai 

integrasi hulu hilir (supply chain management) dan membentuk leading sector seperti yang dilakukan Malaysia melalui The National SME Development Council (NSDC), pengambil keputusan tertinggi koordinasi antarsektor dan antarlembaga, dipimpin langsung perdana menteri dengan sekretaris Bank Negara Malaysia. Selain itu, pertegas kewenangan antarinstansi.

 

Selanjutnya, pemerintah membentuk dan memberdayakan koperasi UMKM sesuai dengan produk yang mereka hasilkan. Dengan demikian UMKM menjadi lebih produktif. “UMKM serumpun dan sektoral membentuk komunitas, untuk menghindari persaingan yang tidak sehat,” ujar Abdullah Syam. 

 

Prasetyo Soenaryo, anggota Steering Committee menambahkan UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional, “Sekitar 90 persen Produk Domestik Bruto nasional dihasilkan oleh UMKM,” papar Prasetyo. Sementara itu di sisi lain, 80 persen umat Islam di Indonesia belum mampu mengangkat perekonomian Indonesia, sejajar dengan negara maju.

 

ASEAN SME Partnership 2015, menurut Prasetyo yang juga Ketua DPP LDII, merupakan momentum LDII untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis syariah, “Dalam terminologi berdagang dalam ajaran Islam, semua harus diuntungkan. Baik pembeli maupun pedagang. Berbeda dengan perdagangan konvensional, yang masih bersandar kepada mengeruk keuntungan semata,” papar Prasetyo.

 

Dengan perdagangan yang mengedepankan syariah, mendorong jalinan kerja sama yang memungkinkan umat Islam bersatu, dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. DPP LDII, misalnya, mendorong terbentuknya koperasi simpan pinjam syariah, yang memungkinkan penguatan UMKM, “Semakin banyak umat Islam yang memiliki kemandirian ekonomi, semakin berdayalah bangsa Indonesia. Dengan keberdayaannya inilah, negara ini bisa sejajar dengan bangsa lain,” ujar Prasetyo.

Tags: kesulitan umkmpermasalahan umkm

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

10 November 2016
Foto httpdakwahislamnet

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim yang juga Staff Ahli Kemendikdasmen Prof Dr Biyanto menilai Buku berisi sistem pendidikan LDII tersebut menarik karena ditulis dari sudut pandang pihak luar LDII sehingga hasilnya dinilai lebih objektif cukup berbobot dan layak dijadikan rujukan Dok LINES Jatim

Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU

13
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu 154 di Gedung DPD LDII Gresik Dok Lines

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana PENS Surabaya Selasa 213 Dok LINES

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Warga LDII Medaeng menyembelih hewan kurban di halaman Masjid Baiturrohim Sidoarjo Rabu 275 Foto LINES Sidoarjo

Warga LDII Medaeng Sembelih 31 Sapi dan 19 Kambing pada Iduladha 2026

27 Mei 2026
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jawa Timur Iswahyudi Dok LINES Jatim

Dinas Peternakan Jatim: Pelaksanaan Kurban Tak Boleh Jadi Sumber Penyakit

23 Mei 2026
Ketua BPJPH Jawa Timur M Fauzi mengingatkan pelaksanaan kurban tidak hanya harus halal secara syariat tetapi juga memperhatikan perlakuan hewan sejak pengangkutan hingga proses penyembelihan Dok LINES Jatim

BPJPH Syaratkan Perlakuan yang Baik pada Hewan Kurban

24 Mei 2026
Dewan Pimpinan Wilayah DPW LDII Jawa Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Berkurban Sehat dan Halal dengan mengusung tema ASUH Aman Sehat Utuh dan Halal pada Sabtu 235 di Gedung Serba Guna GSG Sabilurrosyiddin Surabaya Dok LINES Jatim

LDII Jatim Gandeng Dinas Peternakan dan BPJPH, Sosialisasikan Kurban Aman, Sehat, Utuh, dan Halal

23 Mei 2026

Komentar Terkini

  • Anonim pada BPJPH Syaratkan Perlakuan yang Baik pada Hewan Kurban
  • Hindun Sriwidayati pada Wanita LDII Maknai Harkitnas dengan Penguatan Keluarga dan Gizi Anak
  • Cak Rofiq pada Dorong Perubahan Kebiasaan, LDII dan DPR Sosialisasikan Germas di Surabaya
  • Anonim pada Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU
  • Kurnia Nurlaili pada Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2026 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2026 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.